Sekolah Demokrasi Sanggau
BERANDA
PROFIL
AGENDA
PENGUMUMAN
PUBLIKASI
PESERTA
GALERI FOTO
GALERI VIDEO
ARTIKEL
TULISAN PESERTA
KONTAK
BUKU TAMU
TAUTAN
:: profil

LATAR BELAKANG


Sekolah Demokrasi di Kabupaten Sanggau merupakan salah satu program ELPAGAR yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) Jakarta. Sekolah Demokrasi adalah sebuah prosesi persekolahan yang dirancang dalam model yang berbeda dengan proses pembelajaran di sekolah formal yang ada di masyarakat. Sekolah Demokrasi dirancang secara khusus sebagai wahana interaksi sesama peserta, narasumber dan fasilitator serta lebih jauh membaur dalam elemen masyarakat, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari warga masyarakat yang sedang bertransformasi menjadi lebih demokratis.

Terpilihnya Kabupaten Sanggau sebagai tempat pertama kalinya ELPAGAR & KID menyelenggarakan Sekolah Demorasi di wilayah Kalimantan Barat adalah dikarenakan Sanggau adalah kabupaten yang sangat strategis baik secara geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada di tengah-tengah propinsi Kalbar, dinamika politik yang dinamis, maupun aspek pengembangan ekonomis berbasis agro industri.

Pada bagian yang lain kestrategisan tersebut ternyata tidak ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai. Hal ini ditunjukkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Sanggau yaitu pada pointers 67,0, jauh lebih rendah dari IPM Kabupaten atau Pemkot tertinggi yaitu Pontianak 71,0.

Data lain yang dapat menjadi acuan adalah fakta kemiskinan absolut. Kabupaten Sanggau memiliki 111 desa miskin (BPS Kalbar, 2008). Hal ini berarti 69 % desa yang ada di Sanggau adalah desa miskin. Hal ini dapat dimaklumi karena kondisi infrastruktur pedesaan yang serba terbatas menyebabkan sebagian besar desa di Kabupaten Sanggau mengalami keterbatasan akses dan dikategorikan masih tertinggal.

Tidak segala hal berlangsung dengan kurang baik di Sanggau. Pemilihan Umum, baik Pilgub, Pilbup, Pilpres dan Pileg, Kabupaten Sanggau memiliki catatan prestasi yang membanggakan. Partisipasi pemilih rata-rata di atas 75 % . Hal ini paling tidak menunjukan bahwa masyarakat Sanggau memahami pentingnya Pemilu sebagai proses berdemokrasi.

Dalam pelaksanaannya, program Sekolah Demokrasi di Kabupaten Sanggau, kerjasama ELPAGAR dan KID didanai oleh The Partnership for Government Reform on Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Kemitraan Indonesia. Sebelum hadir di Kabupaten Sanggau, program Sekolah Demokrasi telah dilaksanakan di 5 propinsi semenjak tahun 2007 dengan sebaran sebagai berikut:
1. Propinsi Banten, di Kota Tangerang
2. Propinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang dan Kota Batu
3. Propinsi Sumatera Selatan, di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Hilir
4. Propinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Jeneponto dan Pangkep
5. Propinsi Nusa Tenggara Timur, di Kabupaten Lembata dan Belu

Adapun pada tahun 2010/2011 ini KID mendorong munculnya Sekolah Demokrasi di tiga Propinsi yaitu:
1. Propinsi Kalimantan Barat, di Kabupaten Sanggau
2. Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, di Kabupaten Lhokseumawe
3. Propinsi Papua Barat, di Distrik Wamena

Target peserta Sekolah Demokrasi adalah para pemuda dan pemudi berusia antara 21-40 tahun, minimal tamatan SMU/sederajat, berdomisili dan berkarya di wilayah Kabupaten Sanggau, serta memiliki komitmen personal dan profesional terhadap transformasi masyarakat demokratis. Mereka diharapkan mewakili komponen lembaga politik, birokrasi, komunitas bisnis dan komponen masyarakat sipil yang secara eksplisit maupun implisit, akan dan telah mendeklarasikan dirinya berminat untuk mengaktualisasikan perjuangannya dalam membangun demokratisasi di Kabupaten Sanggau.

Proses belajar Sekolah Demokrasi di Kabupaten Sanggau akan diselengggarakan dalam 2 arus besar kegiatan, yakni aktivitas in class dan aktivitas out class selama satu tahun. Metodologi yang akan dipergunakan dalam aktivitas in class yaitu didasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan andragogi dan dialogis. Dalam aktivitas out class, selain menggunakan prinsip-prinsip pendidikan di atas, peserta juga didorong untuk dapat menguasai berbagai keterampilan, misalnya untuk menjadi narasumber maupun fasilitator dalam berbagai bentuk kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat, mulai dari lokakarya, talkshow, kampung meeting, audiensi dan studi kasus (kunjungan lapangan) serta pelatihan teknis-teknis penulisan, resolusi konflik dan reforma agraria.

Dengan proses belajar yang sudah dipaparkan di atas maka diharapkan para peserta atau alumni Sekolah Demokrasi ini dapat menjadi agen-agen perubahan di daerahnya masing-masing sehingga berdampak kepada semakin demokratisnya kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sanggau.

Program Sekolah Demokrasi di Kabupaten Sanggau akan difasilitasi 5 orang fasilitator ELPAGAR, baik itu pada aktivitas in class maupun out class. Fasilitator yang dimaksud yaitu:
1. Furbertus Ipur
2. Muhammad Isa
3. Sekundus Ritih
4. Ar. Irham
5. YK. Sekundus

Sedangkan untuk materi pembelajaran telah disiapkan beberapa modul di antaranya:
No. Judul Modul Pengarang Modul Editor
1. Perkembangan Pemikiran dan Praktik Demokrasi Prof.H. Soentandyo Wignjosoebroto, M.PA. Prof. Dr. Anita Lie
2. Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia 1. Prof.Dr.Ichlasul Amal
2. Rahman Tolleng
3. Arbi Sanit
Prof. Dr. Anita Lie
3. Gerakan Sosial Dr. Suharko Prof. Dr. Anita Lie
4. Kebijakan Publik Dr. Eny Haryati Prof. Dr. Anita Lie
5. Konsepsi dan Demokrasi 1. Dr. Daniel Sparringa
2. Dr. Ignas Kleden
Prof. Dr. Anita Lie
6. Legislasi Daerah dan Demokrasi Mohammad Fajrul Falaakh, SH. MA. M.Sc. Prof. Dr. Anita Lie
7. Demokrasi dan Hak Asasi Manusia 1. Antonio Pradjasto, SH. LL.M
2. Roichatul Aswidah, S.Sos. MA.
Prof. Dr. Anita Lie
8. Masyarakat Sipil dan Demokrasi Drs. Rustam Ibrahim Prof. Dr. Anita Lie
9. Analisis Kemasyarakatan Drs. Heru Nugroho, M.Si. Dr.Soz. Prof. Dr. Anita Lie
10. Pluralisme Konflik dan Praktek Demokrasi di Kalimantan Barat Dr. William Chang  
  
Sebagai aplikasi modul-modul di atas maka direncanakan akan dihadirkan beberapa narasumber selain para pembuat modul tersebut. Mereka akan diminta sebagai pemateri dalam pelaksanaan Sekolah Demokrasi. Narasumber-narasumber yang rencananya akan dimintai kesediaannya adalah:
No. Nama Expertise Keterangan
1. Ir. H. Setiman H. Sudin Birokrasi Bupati Sanggau
2. Paolus Hadi, S.Ip.  Politik Praktis Wakil Bupati Sanggau
3. Drs. Yus Suhardi, MM. Program Pembangunan Daerah Kepala Bappeda Kabupaten Sanggau
4. AR. Muzammil Pemilihan Umum Ketua KPU Propinsi Kalbar
5. Rafendi Djamin Hak Asasi Manusia HRWG Jakarta
6. Hadar Gumay Politik dan Pemilu CETRO Jakarta
7. Lily Hasanudin Pemberdayaan Masyarakat Yappika Jakarta
8. Emil Kleden Masyarakat Adat Pusaka Jakarta
9. Idham Arsyad / Usep Setiawan Reforma Agraria KPA Jakarta
10. Boedhi Widjarjo Resolusi Konflik IRR Jakarta
11. Prof. Dr. AB. Tangdililing Politik Fisip Universitas Tanjungpura
12. Drs. Gusti Suryansyah, M.Si. Politik Fisip Universitas Tanjungpura
13. Dr. Zukarnaen Administrasi Negara Fisip Universitas Tanjungpura
14. Drs. Hardi Sujai’e, M.Si. Statistik Fisip Universitas Tanjungpura
15. Prof. Dr. Redatin Kemiskinan Struktural Fisip Universitas Tanjungpura
16. Dr. Hermansyah Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura
17. Prof. Dr. YC. Thambun Anyang Hukum Adat Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura
18. Purwanto, SH. MH. HAM Universitas Panca Bhakti
19. Dr. William Chang Moralitas Rohaniwan Katolik
20. Ustad Drs. Abdullah HS. Moralitas Rohaniwan/aktivis NU
21. Hendi Chandra Lingkungan Walhi Kalbar
22. Sujarni Alloy, MA. Masyarakat Adat AMAN Kalbar
23. Rosmaniar Gender Aktivis perempuan

Untuk pengembangan Sekolah Demokrasi di Kabupaten Sanggau, diupayakan penambahan narasumber-narasumber dari tingkat propinsi maupun tingkat nasional.

© 2010-2014 sekolahdemokrasi.elpagar.org
email : sekolahdemokrasi@elpagar.org
Kerjasama antara ELPAGAR, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dan Kemitraan.