Sekolah Demokrasi Sanggau
BERANDA
PROFIL
AGENDA
PENGUMUMAN
PUBLIKASI
PESERTA
GALERI
ARTIKEL
TULISAN PESERTA

KONTAK
BUKU TAMU
TAUTAN
:: tulisan peserta

Demokrasi: The Voice of God
Rudi Hartono

Sering kita mendengar kata demokrasi, ada yang mengartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dan pengertian tersebut diterima oleh masyarakat luas. Namun hanya sebatas itukah demokrasi? Bila kita berangkat dari pengertian tersebut maka kita akan melihat bahwa demokrasi adalah miliknya elite politik, miliknya dunia politik, dan digunakan untuk kekuasaan.

Demokrasi tidaklah sesempit itu, demokrasi tidak dapat diartikan semudah merangkai kata-kata menjadi kalimat. Bila kita melihat kembali unsur-unsur demokrasi, dan faktor faktor yang terlibat di dalamnya, dan ranah-ranah kehidupan yang bersinggungan dengan demokrasi, maka dapat kita katakan bahwa demokrasi merupakan gaya hidup, cara berpikir dan bertindak, serta cita cita bersama (bukan sebagai manusia suatu kelompok, wilayah atau negara tetapi sebagai masyarakat dunia).

Demokrasi juga bukanlah ideologi, bila ia adalah ideologi maka ia akan bersifat statis, namun demokrasi dalam penerapannya bersifat dinamis, ia bergerak mengikuti perkembangan Demokrasi dapat menyesuaikan dengan culture suatu wilayah, ia dapat membaur didalam masyarakat terasing sekalipun. Hal ini disebabkan karena di dalam diri manusia demokrasi itu sendiri hidup di dalamnya.

Setiap manusia menginginkan kebebasan, menginginkan jati-dirinya, dan memiliki mimpi. Demokrasi tidak menghapus kebebasan tetapi ia menciptakan kebebasan, kebebasan yang terkontrol, kebebasan yang tidak menghalangi kebebasan manusia lain, kebebasan dalam artian sebenarnya.

Demokrasi tidak menghapus jati diri seorang manusia, justru ia mengangkat harkat dan martabat manusia. Demokrasi bercita-citakan suatu tatanan kehidupan yang teratur di mana setiap manusia dapat hidup sesuai hakekat kehidupan dan kodrat sebagai manusia seutuhnya, dimana cita-cita tersebut merupakan mimpi setiap manusia.

Luasnya ranah kehidupan yang dimasuki oleh demokrasi, maka tidak dapat kita katakan bahwa demokrasi miliknya dunia politik. Demokrasi merupakan gaya hidup modern, karena demokrasi tidak hanya hidup di dalam ranah politik tetapi lebih kepada makna kehidupan itu sendiri, bersumber, bergerak dari oleh dan untuk manusia yang bersumber dari Tuhan, dan mencita-citakan tatanan kehidupan yang manusiawi. Democracy is the voice of God.

(Buletin Rawai edisi 1)


© 2010-2014 sekolahdemokrasi.elpagar.org
email : sekolahdemokrasi@elpagar.org
Kerjasama antara ELPAGAR, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dan Kemitraan.