Sekolah Demokrasi Sanggau
BERANDA
PROFIL
AGENDA
PENGUMUMAN
PUBLIKASI
PESERTA
GALERI
ARTIKEL
TULISAN PESERTA

KONTAK
BUKU TAMU
TAUTAN
:: tulisan peserta

Demokrasi dan Kepemimpinan

Piktosianus Lung (Peserta Sekolah Demokrasi 2014)

Demokrasi berasal dari kata Yunani; “Demos” yang artinya rakyat/penduduk dan “Kratos” yang artinya kekuasaan. Kerapkali masyarakat belum mengerti apa itu demokrasi dan pada umumnya masyarakat hanya menyebut dengan kata itu, tetapi belum tahu arti yang sebenarnya. Jadi memang perlu ada penjelasan yang lebih dalam dan bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Serta bisa kita lihat dari Negara-negara yang sudah maju, kita lihat dalam pemerintah dan rakyatnya yang sudah dapat memilah apa itu demokrasi dan dilakukan oleh pemerintah beserta rakyatnya. Bahwa perbedaan dan kebebasan berserikat, berkumpul, seperti misalnya di dalam memilih pemimpin mereka. Mereka sangat tahu aturan dan tata caranya.
Di Negara yang sudah maju, mereka sudah menerapkan demokrasi yang baik. Mereka melakukan pemilu yang sesuai dengan peraturan, memilih pemimpin yang bisa melihat penderitaan rakyatnya dan tidak memihak kepada satu sisi atau golongan tertentu yang menyesatkan mereka. Sehingga Negara mereka dapat dikatakan Negara yang maju, dan dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan rakyatnya hingga terjadi hubungan yang harmonis. Kebebasan beragama di Indonesia, kita sudah bisa melihat dan menilai bahwa masyarakat sudah bisa memilih tanpa ada paksaan, sesuai dengan keinginan dan hati nurani yang ikhlas, tidak menjelek-jelekkan agama lain. Itu sudah bisa menerapkan pemaha- man tentang hak-hak asasi manusia dan menghargai keinginan orang lain

Khusus di daerah kita seperti Sanggau, sudah mulai ada perubahan. Karena Sanggau sudah memiliki pemimpin yang tidak melihat kepentin- gan sendiri, sesuai dengan visi & misi. Mudah-mudahan bisa dilaksana- kan dengan baik. Pemimpin adalah seorang yang ditunjuk dan dipilih masyarakat, dipercayai oleh masyarakat sesuai dengan kemampuan untuk memimpin suatu wilayah. Seorang pemimpin harus mampu memimpin wilayah yang dipimpinnya sesuai dengan keinginan masyarakat di daerah itu sendiri, tidak memilih siapapun, tidak pandang bulu dan harus siap mengatasi masalah rakyatnya.

Seorang pemimpin harus bijaksana, spontanitas penting, asal waktunya tepat kontrol. Berawal dari pengenalan, tidak mudah emosi dan tahu apa yang harus dilakukannya. Tidak memandang orang lain secara berbeda untuk mempertahankan prospek positif dan kemampuan menghilangkan rasa takut terhadap pendapat orang lain. Juga tidak menghindari godaan dan kritik orang lain. Harus sadar di dalam menyelesaikan masalah.

Pemimpin harus siap melayani siapa saja yang membutuhkan pelayanan dengan hati tabah tanpa pilih kasih terhadap siapa saja yang membutuhkan, melayani dengan hati ikhlas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Menjadi pemimpin itu tidak asal memimpin tapi harus punya bakat dan kemampuan.

Pada saat sekarang, kita lihat perbedaan antara pemimpin jaman dahulu dan sekarang dapat kita rasakan perbedaannya. Karena jaman sekarang sudah dikatakan maju, dengan teknologi dan kehidupan masyarakat lebih baik dibandingkan jaman dahulu. Dulu kakek & nenek kita belum bisa melihat perkembangan jaman, seperti alat-alat elektronik. Dahulu hanya mendengar radio dan televisi belum ada, dan sekarang kita bisa merasakan perkembangan teknologi yang sudah maju.

(Sumber : Rawai 15)


© 2010-2014 sekolahdemokrasi.elpagar.org
email : sekolahdemokrasi@elpagar.org
Kerjasama antara ELPAGAR, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dan Kemitraan.