Sekolah Demokrasi Sanggau
BERANDA
PROFIL
AGENDA
PENGUMUMAN
PUBLIKASI
PESERTA
GALERI
ARTIKEL
TULISAN PESERTA

KONTAK
BUKU TAMU
TAUTAN
:: tulisan peserta

PELAYANAN KESEHATAN MEMBAIK

Petrus Meon (Peserta Sekolah Demokrasi 2014)

S Desa kami terdiri dari tiga dusun dan satu RT, yaitu: Dusun Kambong, Dusun Borang Kunyit, Dusun Seikunang dan RT Melati. Sedangkan jumlah penduduknya ± 1150 jiwa atau ±330 KK. Letak desanya di Dusun Kambong, Desa Kambong, Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Desa kami didirikan sebuah bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Pada Poskesdes tersebut ditugaskan seorang petugas kesehatan yang baru lulus CPNS tahun 2013. Lebih tepatnya dia bertugas di bidang kebidanan. Ia bernama Nining dan biasa di panggil Ipin. Ia sangat disukai warga karena keramahannya dengan warga dan selalu ada di desa atau jarang keluar desa, tidak seperti bidan-bidan sebelumnya. Menurut Ibu Mariana (30 th), bidan yang ditugaskan kali ini kelihatan lebih baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat di Desa kami, tidak seperti bidan-bidan sebelumnya yang sering berada diluar desa, hingga kami susah untuk berobat. Hal senada juga dikatakan oleh Pak Sarun, seorang tokoh masyarakat, selain pelayanannya yang baik sosok bidannya juga ramah dengan masyarakat, sehingga jika warga mau berobat sangat mudah untuk menjumpainya dan dia juga selalu mengunjungi kampung-kampung di desa kami.

Dahulu sebelum ada Poskesdes, warga di desa kami sangat susah berobat karena harus pergi ke Sanggau. Sedangkan jarak dari desa kami ke Sanggau cukup jauh. Jika menggunakan motor air bisa mencapai 4–5 jam untuk pengilirannya. Sedangkan kembalinya bisa mencapai 6–7 jam. Setelah adanya Poskesdes tersebut warga sangat terbantu dengan pelayanan kesehatan. Hal yang menggembirakan masyarakat kami juga, bahwa usulan bantuan transportasi sungai berupa speed boad, body fiber dengan mesin Yamaha 15 PK, telah disetujui oleh pemerintah daerah kabupaten Sanggau.

Menurut bidan Nining, penyakit yang sering ditanganinya adalah demam dan diare. Penyakit diare ini salah satunya disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu, seperti kemarau panjang yang menyebabkan kekurangan air bersih. Karena penampungan air yang ada di kampung-kampung kekeringan, sehingga warga terpaksa mengkonsumsi air Sungai Sekayam. Sedangkan air di Sungai Sekayam sangat berbahaya untuk dikonsumsi, karena adanya limbah-limbah akibat pertambangan emas tanpa ijin. Dan yang paling membahayakan adalah mercury (pembeku emas) menurut keterangan para medis atau ahli-ahli kes- ehatan. Untuk itu, warga sangat mengharapkan pemerintah daerah kabupaten Sanggau segera mengambil langkah konkrit dalam menghentikan aktivitas penambang-penambang liar di sekitar sungai Sekayam.

(Sumber : Rawai 15)


© 2010-2014 sekolahdemokrasi.elpagar.org
email : sekolahdemokrasi@elpagar.org
Kerjasama antara ELPAGAR, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dan Kemitraan.